BERITA UTAMA

Saturday, 30 May 2020 - 22:31 WIB

4 months yang lalu

logo

Kwitansi Pembayaran Kompensasi dari PLN yang ditolak oleh Nazir. Foto: min

Kwitansi Pembayaran Kompensasi dari PLN yang ditolak oleh Nazir. Foto: min

Ternyata Masih Ada Kompensasi SUTT Yang Belum Dibayar

TRENDJAMBINEWS.CO.ID, KERINCI – Pembayaran kompensasi Tebang Pilih terkait Rencana Kerja Penyelesaian Kompensasi Right of Way (ROW) pada Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) atau Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 150 KV Bangko-Merangin-Sungai Penuh Provinsi Jambi, masih menyisakan persoalan yaitu masih ada pihak yang belum dibayar.

Sementara pelaksanaan pekerjaannya SUTT 150 Bangko, Merangin, Sungai Penuh sudah selesai akhir Tahun 2017 lalu, namun hingga saat ini masyarakat setempat yang dilalui SUTT atau SUTET tersebut belum juga terselesaikan yang seharusnya sudah dibayarkan kompensasinya sebelum melaksanakan penarikan jaringan SUTT.

Menurut,  Nazir salah seorang masyarakat Desa Lubuk Paku Kecamatan Batang Merangin yang lokasi tanahnya berada di bawah ruang bebas SUTT atau SUTET yang belum menrima kompensasi menilai tim inventarisasi dan identifikasi kepemilikan penggunaan dan pemanfaatan tanah, bungunan atau tanaman tidak transparan. “Artinya mereka tidak melibatkan kami sebagai pemilik tanah dan tanaman tumbuh dalam menginventarisasi tebang pilih yaitu  mereka menghitung sendiri tanpa melibatkan kami,” ujarnya kepada reporter trendjambinew.co.id, Sabtu (30/05/2020)di kediamannya.

Diakuinya, dia menolak  sewaktu pihak PLN memberikan Pembayaran Kompensasi Tanah, Bangunan dan Tanam Tumbuh SUTT 150 KV Bangko-Merangin-Sungai Penuh antara Tower T.263-T.264 di Desa Lubuk Paku Kecamatan Merangin Kabupten Kerinci tertanggal 30 Oktober 2017 berkisar Rp. 15.200.000. “Pembayaran itu saya tolak karena tidak sesuai, sebab saya sebagai pemilik tanah tidak dilibatkan ketika dilakukan inventarisasi tebang pilih di lokasi tanah saya sendiri,” katanya.

Dia menilai ada permainan tim penilai inventarisasi. “Bahkan saya menduga ada permainan data inventarisasi sehingga perhitungan kami sebagai pemilik tanah dengan pihak PLN tidak singkron dengan kondisi di lapangan. Setidaknya PLN harus membayar Kompensasi tebang pilih berkisar Rp. 60 juta. Makanya saya menolak kwitansi pembayaran kompensasi tersebut,” katanya kesal.

Dijelaskan Nazir, dia meminta PT. PLN (Persero) UIP Sumatera Bagian Selatan, UPP Jaringan Sumatera Selatan untuk SUTT 150 Bangko, Merangin, Sungai Penuh agar bisa menyelesaikan kompensasi sebagai Penyedia Tenaga Listrik dan Pemegang Izin Operasi SUTT tersebut dengan segera. “Saya meminta pihak PLN bisa menyelasaikan kompensasinya karena sudah berjalan tiga tahun dan samapai kapan kami menunggu,” tandasnya.

Nazir menilai ada beberapa masyarakat di sejumlah desa yang tanahnya berada di bawah ruang bebas SUTT tersebut belum tuntas dibayar kompensasinya. Sehingga menurut dia masyarakat telah dirugikan. “Kami masih menunggu niat baik pihak PLN untuk menyelesaikan pembayaran biaya tebang pilih tersebut.” tutupnya.

Untuk diketahui Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) atau Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 150 KV Bangko-Merangin-Sungai Penuh terdiri dari Desa Muara Imat, Batang Merangin, Pematang Lingkung, Desa Temiai, Desa Pasar Temiai, Desa Lubuk paku, Desa Seberang Merangin, Desa Baru Pulau Sangkar, Desa Terutung, Desa Pengasih Baru, Desa Pengasih Lama, Desa Karang Pandan, Desa Pulau Pandan, Desa Sanggaran Agung, Desa Pendung Talang Genting (Pentagen), dan Desa Saliman Kabupaten Kerinci. (min/manto)

Artikel ini telah dibaca 385 kali

Baca Lainnya