EKONOMI

Thursday, 21 May 2020 - 22:51 WIB

5 months yang lalu

logo

Salah satu aktifitas masyarakat dalam mengelola buah kelapa bulat menjadi Kopra sebagai pemenuhan permintaan pasar yang meningkat. Foto: rin9

Salah satu aktifitas masyarakat dalam mengelola buah kelapa bulat menjadi Kopra sebagai pemenuhan permintaan pasar yang meningkat. Foto: rin9

Permintaan Kelapa dan Kopra di Tanjab Timur Meningkat

TRENDJAMBINEWS.CO.ID, NIPAH PANJANG – Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jambi sebagai penghasil Kelapa (Coconut) terbesar setelah Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar). Kelapa cukup potensial untuk dikembangkan di Kabupaten Tanjabtim selain Pinang (areca nut), Sawit (palm oil). Terbukti hampir seluruh kecamatan di Tanjabtim Kelapa tumbuh subur dan luas.

Misalnya di sepanjang jalan poros Nipah Panjang dari Sei Jeruk menuju Kecamatan Sadu yang di telusuri reporter trendjambinews.co.id Kamis (21/05/2020) banyak dijumpai Kebun Kelapa milik masyarakat di sepanjang jalan tersebut. Tidak sedikit masyarakat yang memanem kelapa tersebut dari kebunnya dengan mengangkut menggunakan transportasi air, karena daerahnya cukup banyak parit.

Seperti yang disampaikan Abdul Razak (53), warga Sungai Jeruk Kecamatan Nipah Panjang bahwa hasil Kelapa di daerahnya cukup melimpah, bahkan di ekspor sampai ke luar negeri seperti Thailand dan Malaysia. “Hasil Kelapa tidak hanya untuk kebutuhan di Jambi melainkan kita ada pesanan dari luar kota untuk dikirim ke luar negeri,” kata Razak menjelaskan.

Selain itu, kata dia tidak sedikit pula para pengumpul Kelapa yang mengambil langsung ke kebun masyarakat untuk dijual lagi ke Jambi. “Karena kebutuhan kelapa di Jambi juga sangat tinggi permintaannya, maka saat ini masyarakat terus memenuhi permintaan untuk kebutuhan di Jambi selain di ekspor,” tandasnya.

Ketika ditanya soal harga Kelapa dia menyebutkan saat ini harganya cukup lumayan, kalau kelapanya besar harganya dinilai dengan ditimbang perkilo dan jika kelapa tersebut ukurannya sedang maka akan dihargai dengan harga satuan. “Untuk saat ini harganya lumayan lah,” ungkapanya.

Dikatakannya pula, petani Kelapa saat ini sedang berupaya meningkatkan perkebunannya agar produksinya lebih meningkat. Karena Kelapa merupakan salah satu sumber pendapatan yang besar bagi masyarakat selain berkebun Sawit dan Pinang. “Belum lagi sekarang ini Pemerintah Kabupaten Tanjabtim telah mendatangakan investor yang membangun Pakbrik Pengolahan Kelapa yang berdampak positif dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” katanya.

Namun Razak mengeluhkan kondisi jalan di daerahnnya tersebut menjadi soal karena kondisi infrastruktur jalannya sudah sangat tidak memadai untuk dialalui dalam mengangkut hasil kelapa tersebut. “Karena kerusakan jalannya sudah sangat parah untuk dilalui, butuh waktu yang lama untuk mengangkut hasil kelapa kami karena kondisi jalannya rusak,” katanya.

Senada dengan Razak, petani Kelapa yang ada di Desa Sungai Itik Kecamatan Sadu, Acok (46) mengakui produksi kelapa di daerahnya juga banyak sehingga banyak warga yang mengolah kelapanya menjadi kopra karena menurut dia permintaan kopra cukup tinggi. “Permintaan kopra cukup tinggi ditempat kami, makanya sebagian dari kami mengolah kelapa jadi kopra,” ungkapnya Acok.

Dijelaskannya, permintaan kopra yang cukup tinggi di daerahnya berdampak positif dalam peningkatan perekonomian mereka. Artinya peluang usaha kopra ini cukup tinggi untuk digeluti. Namun dia mengakui pernah juga mengalami penurunan pendapatan akibat harga kelapa turun drastis. “Harga kelapa maupun kopra cukup terkadang turun naik tapi saat ini masih stabil,” katanya menjelaskan.

Kopra yang nota bene adalah buah kelapa yang dikeringkan sebagai salah satu produk turunan yang merupakan bahan baku pembuatan minyak kelapa dan turunannya sangat banyak dan melimpah di Kabupaten Tanjabtim Provinsi Jambi. Diharapkan dengan melimpahnya hasil pertanian kelapa di tanjabtim dapat meningkatkan perokonomian di daerah itu walaupun saat ini mereka sangat membutuhkan infrastruktur jalan darat yang kondisinya sudah rusak parah.

Dengan meningkatnya produksi Kelapa baik dalam bentuk bulat maupun kopra setidaknya akan menambah produktivitas masyarakat di Kabupaten Tanjabtim untuk menumbuhkan kembangkan perkebunan Kelapa. Sehingga hasil panen di masa mendatang akan meningkat dengan memperluas areal kebun dan tidak tergantung kepada perkebunan Kelapa Sawit saja. Semoga!!. (rin9)

Artikel ini telah dibaca 185 kali

Baca Lainnya