EKONOMI

Saturday, 20 June 2020 - 12:01 WIB

4 months yang lalu

logo

Pelepah Pinang yang telah dijadikan piring sebagai bahan kerajinan dan alternatif pilihan pengganti piring plastik ataupun tempat nasi dari stereofoam. Foto: rin9.

Pelepah Pinang yang telah dijadikan piring sebagai bahan kerajinan dan alternatif pilihan pengganti piring plastik ataupun tempat nasi dari stereofoam. Foto: rin9.

Merubah Pelepah Pinang Jadi Piring Ramah Lingkungan

TRENDJAMBINEWS.CO.ID, NIPAH PANJANG – Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) Provinsi Jambi merupakan salah satu daerah di Indonesia yang wilayahnya memiliki penghasil pinang terbesar selain Kabupaten Tanjab Barat (Tanjabbar). Dapat dijumpai kebanyakan warga di kabuapten ini halaman rumah warganya dipenuhi buah pinang yang dijemur untuk dikeringkan.

Selain buahnya, dari pohon pinang dapat dimanfaatkan untuk dijadikan sumber pemasukan lain yang bernilai jual tinggi yakni pelepahnya dapat dijadikan bahan kerajinan yaitu piring yang ramah lingkungan, tempat nasi pengganti stereofoam ataupun bross bahkan sendok sebagai oleh-oleh untuk wisatawan.

Menurut Suaraidah salah seorang pengrajin piring dari pelepah pinang di Desa Pemusiran Kecamatan Nipah Panjang Kabupaten Tanjabtim mengatakan untuk merubah pelepah pinang dijadikan piring tidaklah sulit. “Pelepah pinang dicuci terlebih dahulu dengan air dan dijemur sebelum dicetak di mesin pres.”

Ditambahkannya pelepah pinang sering dianggap oleh masyarakat sebagai sampah dengan tidak ada pilihan lain selain membakarnya. “Kenapa tidak kita manfaatkan menjadi kerajinan untuk buah tangan dari daerah Tanjabtim apalagi kami bermukim di wilayah penghasil pinang selain kelapa sehingga tidak mengalami kekurangan bahan baku,” katanya

Untuk persediaan bahan baku saat ini dia masihbmemanfaatkan dari hasil kebun pinang sendiri sehingga biaya bahan baku dapat ditekan. “Sementara ini saya gunakan bahan baku dari kebun sendiri. Apabila permintaan pasar tinggi saya akan mengambil bahan baku dari tingkat petani pinang yang lain bila tidak terpenuhi,” paparnya.

Ditangan Suraidah pelepah pinang telah diubah menjadi piring baik ukuran standar maupun ukuran sedang. “Nanti akan kami kembangkan menjadi kotak nasi, pengganti stereofoam,” katanya kepada reporter trendjambinews.co.id, Sabtu (20/06/2020) di Nipah Panjang.

Belum lagi pada acara pesta perkawinan tambah Suraidah, piring pelepah pinang dapat dijadikan pilihan alternatif sebagai tempat nasi para tamu. “Yang pasti pelepah pinang dapat dijadikan sumber pendapatan yang menggiurkan bila digeluti secara serius,” pungkas dua orang putra dan putri ini.

Dalam mengelola usahanya itu, Suraidah mengakui mendapat bantuan pendamping dana CSR dari Petrochina berupa mesin pres. “Alhamdulillah kami dapat bantuan pendamping dari Petrochina semoga kami bisa memaksimalkan pemanfaatan pelepah pinang untuk dijadikan produk unggulan khusunya dii Kabupaten Tanjabtim,” tegasnya.

Dia berharap kepada Pemerintah Kabupaten Tanjabtim untuk bisa membantu para pengerajin dalam memberdayakan masyarakat dalam pemanfaatan sumber daya alam khususnya ditempat ia bermukim yang daerahnya adalah gambut. “Banyak potensi yang perlu dikembangkan dengan harapan pemerintah daerah dapat mendukung dan membantu dalam memberdayakan masyarakatnya,” jelasnya. (rin9/min)

Artikel ini telah dibaca 295 kali

Baca Lainnya