DAERAH

Thursday, 18 June 2020 - 12:07 WIB

3 months yang lalu

logo

Dindayang berkeinginan menjadi seorang pembatik tulis profesional yang mewakili budaya Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi yang latar belakang daerahnya merupakan wilayah pesisir. Foto: rin9.

Dindayang berkeinginan menjadi seorang pembatik tulis profesional yang mewakili budaya Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi yang latar belakang daerahnya merupakan wilayah pesisir. Foto: rin9.

Dinda, Calon Pengrajin Batik Tulis Tanjabtim

TRENDJAMBINEWS.CO.ID, NIPAH PANJANG – Batik Tulis pada umumnya adalah sebuah jenis hasil produksi batik yang proses pembuatannya melalui cara manual. Alat menulisnya yang disebut canting terbuat dari tembaga dengan gagang dari bambu.

Mengerjakan batik tulis bisa dibilang warisan dari leluhur Bangsa Indonesia karena proses produksinya itu dengan tradisional. Sudah barang tentu harga dari batik tulis sedikit lebih mahal dari batik cap ataupun batik printing, karena proses produksi memakan waktu lebih lama.

Berkaiatan dengan itu, ada sebuah desa di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) Provinsi Jambi, yaitu Desa Pemusiran Kecamatan Nipah Panjang yang memiliki seorang anak perempuanĀ  yang masih duduk di kelas 4 SD memiliki bakat membatik dengan cara tradisonal yakni Batik Tulis.

Dinda Dewi Kurnia, selama 2 tahun ini terus menggali potensi yang ada pada dirinya untuk berkreasi guna melenturkan jari jemarinya menorehkan tinta canting diatas kain dalam mendalami keterampilan batik tulis. “Saya ingin menjadi penggarajin batik tulis yang profesional dan kebetulan ibu ada sanggar batik, jadi saya bisa belajar dan minta bimbingan beliau,” katanya kepada reporter trendjambinews.co.id, Kamis (18/06/2020) di Pemusiran.

Keinginan Dinda menjadi seorang pengrajin batik tulis diaplikasikannya dengan terus mengasah kemampuannya membatik secara tradisional. Foto: ist/suraidah.

Keinginan dinda ini ditunjukkan dari hasil belajar menulis batik tulis dengan motif yang ia buat sendiri. Sehingga ia sudah menyelesaikan beberapa motif batik. “Dinda masih belajar, dan mencoba membuat motif yang ada dalam pikiran dinda, yang penting belajar fokus dulu memegang canting,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Suraidah pemilik Sanggar Batik Idola di Pemusiran, sangat mendukung keinginan putrinya itu untuk menjadi seorang pengrajin batik tulis. “Kami selaku orang tua dinda sangat mendukung dia agar bisa menjadi pembatik khususnya batik tulis, dengan harapan dinda bisa melestarikan budaya leluhur Bangsa Indonesia dan khususnya menjadi pembatik yang mewakili Kabupaten Tanjabtim, Provinsi Jambi,” pungkasnya.

Dia berkeinginan di Kabupaten Tanjabtim melahirkan pengrajin batik baik batik tulis maupaun batik cap. “Kita bisa lihat generasi milineal saat ini punya potensi yang tinggi untuk dikembangkan kreativitasnya karena mereka telah mengenal dunia digital dan itu akan lebih mudah buat mereka menjual produknya,” katanya Suraidah. rin9/min.

Artikel ini telah dibaca 363 kali

Baca Lainnya